Remaja Penggemar Musik Cenderung Depresi

Remaja yang habiskan semakin banyak saatnya untuk dengarkan musik berkesempatan tambah lebih besar alami masalah depresif mayor (MDD). Demikian sebaliknya, remaja kutu buku tambah lebih kecil kemungkinannya alami masalah itu. Hasil studi University of Pittsburgh School of Medicine, Amerika Serikat, itu diterbitkan dalam jurnal Archives of Pediatric and Adolescent Medicine.

Baca Juga : Belajar Fingerstyle dan Belajar Gitar Fingerstyle

Penemuan itu mempertebal penelitian yang mengkaitkan kesehatan emosional dengan paparan alat. Berikut studi pertama yang mengukur paparan alat memakai metodologi “real-life” intens yang dimaksud ecological momentary assessment, dengan ambil sampel tingkah laku simpatisan studi berkali-kali dalam real-time.

“Cara ini tambah lebih htangguh di banding survey standard serta menolong beberapa ilmuwan mengetahui asosiasi pada paparan pada musik serta stres,” kata Brian Primack, periset studi yang ikut dosen pediatrik serta kedokteran di kampus itu.

Baca Juga : Cara Belajar Fingerstyle dengan Cara Merawat Senar Gitar

Studi itu menyertakan 106 simpatisan remaja, 46 salah satunya didiagnosis alami masalah MDD. Beberapa ilmuwan menyebut beberapa remaja itu sekitar 60 kali dalam lima akhir minggu saat dua bulan. Simpatisan disuruh memberikan laporan apa mereka memakai enam type alat: tv atau film, musik, video game, Internet, majalah atau koran, serta buku.

Periset temukan jika pemuda yang semakin banyak terekspos pada musik, 8,3 kali lebih berkesempatan alami stres dibanding mereka yang sangat dikit dengarkan musik. Perbandingan pada remaja yang sangat dikit membaca buku serta beberapa kutu buku tunjukkan jika beberapa pembaca buku cuma sepersepuluh kali berkesempatan terserang stres. Paparan alat lainnya tidak berasosiasi dengan berarti dengan stres.

Baca Juga : Cara Merawat Senar Bass dan Merawat Senar Bass Yang Baik

“Pada titik ini, tidak jelas apa orang yang menanggung derita stres mulai dengarkan semakin banyak musik untuk mengalihkannya, atau apa dengarkan musik terus-terusan bisa ke arah pada stres, atau kedua-duanya,” kata Primarck.

Advertisements

Transformasi Musik Anggun

Ia dengan pas pilih judul album terbarunya, satu kata yang memvisualisasikan tempatnya sekarang menjadi artis: Elevation. Ia, Anggun (dahulu orang mengenalnya menjadi Anggun C. Sasmi), memang sudah sampai titik yang letaknya tambah tinggi daripada yang sudah-sudah. Serta ia masih tetap berkesempatan untuk setiap waktu ambil titik itu menjadi tempat baru untuk memulai hal-hal lain yang lebih maju–sesuatu yang sudah dikerjakannya seringkali semenjak tinggalkan Indonesia seputar 15 tahun kemarin.

Coba baca album yang launching tahun lantas itu, yang di Jakarta masih tetap dapat didapati ada diantara album-album lainnya yang lebih canggih di rak-rak toko. Lagu pembuka edisi Prancis yang berjudul J’ignorais tout, contohnya, tidak saja mengeset situasi album keseluruhannya, tetapi juga sekaligus tunjukkan bagaimana ia melompat ke lokasi musik yang berlainan benar-benar dengan apakah yang telah ia eksplorasi awal mulanya.

Berdurasi 4,25 menit, dimulai bebunyian serupa bel dalam skema ostinato serta disusul keyboard yang menempatkan dasar progresi akor, ikut mood, lagu ini kental bermuatan beat yang selekasnya mengesankan satu perihal: jika Anggun sekarang seutuhnya masuk ke lokasi R&B serta urban music–dengan komponen hip hop yang menyebar di sana-sini. Ia menyebutkan lokasi itu menjadi “dunia yang tidak pernah saya jelajah”.

Baca Juga : Sejarah Gitar Bass dan Sejarah Alat Musik Gitar Bass

Komponen R&B serta urban, saluran musik yang sama dengan masyarakat Afro-Amerika, benar-benar menguasai album yang disebarkan dalam tiga edisi–Prancis, Inggris, dan Indonesia serta Malaysia–itu. Anggun mengakui terilhami oleh Nelly Furtado, vokalis/penulis lagu berdarah Portugal dari Kanada, yang dalam album terakhir kalinya (Loose) sukses menggabungkan kemampuan dianya menjadi vokalis pop dengan kelebihan produser hip hop (Timbaland). Anggun tahu persis perihal ini. Itu penyebabnya, untuk album terbarunya, supaya bisa menelusuri lokasi yang ikut baru, ia menggandeng Tefa serta Masta, dua produser hip hop di Prancis.

Walaupun begitu, wanita 35 tahun yang sekarang berstatus ibu seseorang anak itu mengatakan tidak punya niat jadi seperti Nelly Furtado, atau berubah jadi vokalis R&B. Ia berpendirian, coba musik baru ialah rintangan. Serta kemauan untuk menjawab rintangan itu, tuturnya waktu ada di Surabaya untuk tampil dalam salah satunya serangkaian konsernya pada Agustus lantas, “Seolah selalu menggelitik saya.”

Baginya, Elevation adalah karya yang betul-betul baru semenjak penggarapan di studio. Berlainan dengan album-album awal mulanya, ia masuk studio tiada musisi–tak ada pianis, atau gitaris, untuk menulis lagu. “Kala itu,” tuturnya, “yang ada cuma satu unit computer.” Computer itu yang menyediakan bermacam sampel, rekaman bebunyian yang dapat dimanipulasi serta dipakai menjadi instrumen atau rekaman bebunyian yang berlainan pada suatu lagu. Langkah kerja di studio yang semacam itu biasa dimaksud menulis lagu di “ruang dengan bebunyian yang dingin”. Kata “dingin” menunjuk pada fakta jika bebunyian instrumen dibuat bukan langsung dari instrumen.

Menurut Anggun, Tefa serta Masta pintar memancing situasi hati. Dengan itu ia dapat menggali ide, menuai suara atau mereka-reka formasi cuma dari contoh bebunyian serta atmosfer. Bersama dengan mereka, ia tidak berhenti disana, tetapi ikut pikirkan warna serta irama, dan berupaya isi ruang-ruang yang ada pada formasi dengan nada-nada yang menarik. “Inti dari semuanya ialah merubah rutinitas lama serta buang beberapa perihal yang umumnya berbentuk automatis,” tuturnya.

Baca Juga : Cara Bermain Gitar Bass

Album Elevation bisa disebut satu karya yang terpoles rapi, dengan materi yang mudah masuk ke telinga, serta beat-nya tidak tertahankan. RFI Musique mengatakan menjadi “eklektik… ada diantara atmosfer chanson serta urban”. Tetapi, tentunya, R&B serta urban akan tidak gampang di terima oleh mereka yang tidak biasa, yang bisa jadi terasa seperti dengar… Mariah Carey, contohnya. Atau mereka yang kenal Anggun pada periode sesudah tinggalkan Indonesia, terpenting dari Snow on the Sahara (1998) serta Chrysalis (2000).

Saat baru mengawali karir internasionalnya Anggun benar-benar sangat dibantu oleh apakah yang ia kerjakan dalam dua album yang diproduseri Erick Benzi itu. Terpenting dengan Snow on the Sahara, Anggun membubuhkan ke lanskap vokalis/penulis lagu wanita komponen world music, yang bisa disebut langka. Dengan Snow on the Sahara, hitnya yang sejudul dengan albumnya, ia mengukuhkan diri menjadi artis Asia pertama yang sukses tembus Billboard Charts di Amerika Serikat serta artis Asia terlaris di luar Asia. Album Snow on the Sahara terjual lebih dari sejuta kopi di semua dunia.

Anggun berjumpa dengan Benzi waktu baru mulai tinggal di Paris, sesudah tinggalkan London, Inggris, pada 1996–kota yang jadi maksudnya demikian tinggalkan Indonesia dua tahun awal mulanya. Ia terasa Inggris bukan tempat yang pas untuk mengawali karir internasionalnya. Benzi ialah produser/penulis lagu yang diantaranya sempat kerja dengan Celine Dion. Karena Benzi, yang berkesan akan kekuatannya serta lantas setuju membantunya rekaman, Anggun dapat masuk dengan Sony Music serta Columbia.

Pada Juni 1997, Anggun melaunching album pertamanya dalam bahasa Prancis. Berjudul Au nom de la lune, album itu adalah hasil uji coba meleburkan komponen world music dengan pop, dengan komponen-komponen bebunyian romantis serta sensual. Ini berlainan dengan trademark Anggun saat masih tetap di Indonesia–seorang lady rocker serta tomboi. Benzi memang produser berkualitas. Formulanya nyatanya sukses. Lagu La neige au Sahara melejit menjadi hit di Prancis serta Belgia; di Prancis lagu ini bahkan juga jadi single yang sangat sering diputar di radio.

Album kiprah itu yang lantas direkam lagi dalam bahasa Inggris serta launching jadi Snow on the Sahara di akhir 1997. Pemasarannya ke 33 negara dikerjakan pada 1998. Serta sama dengan album aslinya, La neige au Sahara, yang ditranslate jadi Snow on the Sahara, saat itu juga jadi hit di Asia serta Eropa; lagu yang telah jadi keunikan Anggun ini masuk rincian 20 lagu seringkali diputar di beberapa negara dimana album Snow on the Sahara launching.

Stephen Thomas Erlewine, yang menulis di Allmusic, menyebutkan Snow on the Sahara menjadi “album kiprah yang menjanjikan”, sebab “dia (Anggun) menunjukkan talenta yang kukuh”. Anggun, menurutnya, tunjukkan diri betul-betul dapat menyanyi dalam bermacam style, ingin balada, pop Latin, pop dansa, apa.

Baca Juga : Cara Bermain Bass dengan Bermain Bass Untuk Pemula

Tidak hanya beat etnis pada nomer Snow on the Sahara, komponen eksotis lainnya yang isi album itu ialah Oriental (lagu Over Their Walls), Bali (Selama-lamanya), serta Timur Tengah (Dream of Me). Anggun bahkan juga menyelipkan lirik dalam bahasa Indonesia di sejumlah lagu (contohnya On the Breath of an Angel). Memang mengagetkan jika tidak banyak kritikus yang mengulasnya, atau, kalau kebetulan masuk ke radar mereka, apresiasinya condong underrated. Di kelompok pengagum Anggun, tidak ada yang sangsi menyebutkan Snow on the Sahara menjadi salah satunya album mengagumkan yang sempat dibikin.

Dengan formula yang berlainan, Anggun melaunching Chrysalis pada 2000. Masih tetap bekerjasama dengan Benzi, album ini adalah etalase dari ikhtiar untuk coba lokasi baru: di sini Anggun serta Benzi melakukan eksperimen dengan pop elektronik, komponen-komponen ambient, ikut R&B. Anggun turut menulis sejumlah besar lagu yang ada.

Lewat Chrysalis, dengan hit Still Reminds Me, Anggun kembali mencapai sukses, walaupun tidak sefenomenal Snow on the Sahara. Tetapi, seperti awal mulanya juga, ia pilih tinggalkan formula yang sama untuk album selanjutnya. Ia bahkan juga melepas Benzi serta pilih bekerja bersama dengan beberapa produser sekaligus juga. Launching dalam bahasa Prancis pada Februari 2005, lewat Heben Music, cap berdiri sendiri dibawah Sony BMG France serta Universal Music International, album berjudul Luminescence ini sukses sampai tempat paling atas di rincian album terlaris.

Tetapi kembali lagi Anggun tidak ingin berhenti di satu titik saja. Dari situlah Elevation masuk ke diskografinya. Dipilihnya komponen hip hop memang mengherankan, sebab pada suatu peluang Anggun mengatakan tidak sempat terasa dapat ada di lingkungan itu. Toh, Anggun miliki keterangan.

Ia menjelaskan kesannya pada hip hop sampai kini sebetulnya lebih didasarkan atas stereotipe, suatu yang berlatar ketidaktahuan, suatu yang tidak beralasan benar-benar. Ia menghalau pendapat jika dengan hip hop ia punya niat masuk pasar Amerika dengan produk yang pas; Amerika selama ini memanglah belum menerimanya seperti Eropa serta Asia. “Saya tidak sempat mempunyai American dream,” tuturnya.

Apapun, empat album studio yang sudah ia hasilkan–plus beberapa macam edisinya, tergantung pada pasar manakah yang akan dibidik–sesungguhnya dapat disaksikan menjadi sinyal begitu ia tidak berhenti bertransformasi. Ia pilih ambil resiko, tiada perasaan takut, dengan pilih suatu yang berlainan dengan yang sudah dikerjakan awal mulanya. Baginya, jika belumlah apa-apa telah takut tidak berhasil, tidak mungkin yang diimpikan dapat terwujud. Lihat kemauan semacam itu, tidak terlalu berlebih jika penggemarnya, atau siapa juga yang tertarik ikuti perubahan karirnya, meyakini jika ia akan membuahkan karya-karya yang tetap bebas dari batasan apapun.

Jokowi Hadiri Acara Festival Musik We The Fest

Presiden Joko Widodo atau Jokowi hadir festival musik We The Fest 2018 yang diadakan di Jakarta International Expo Kemayoran, Ahad, 22 Juli 2018. Jokowi meluangkan diri melihat beberapa pertunjukan serta lihat beberapa booth disana.

Saat di tanya komentarnya mengenai penampil di We The Fest ini hari, Jokowi memberi komentar mengenai band asal Jakarta, White Shoes and the Couples Company. “White Shoes bagus barusan. Memperkenalkan lagu daerah serta dikerjakan dengan kekinian,” kata Jokowi.

Jokowi menjelaskan band itu dapat mengerjakan serta mengaransemen lagu daerah dengan baik. Karenanya, katanya, dapat pas dengan pendengar saat ini. Kedatangan Jokowi di booth yang jual merchandise sah festival itu, langsung membuat situasi disana jadi ramai. Disana, Presiden melayani keinginan penjaga booth mengajaknya berselfie ria.

Baca Juga : Sejarah Biola dengan Sejarah Alat Musik Biola

Sesudah berkunjung ke booth merchandise, Jokowi yang ditemani putra pertamanya Gibran Rakabuming serta Kepala Tubuh Ekonomi Kreatif Triawan Munaf, berubah ke arah panggung This Stage is Bananas. Disana, band Kimokal barusan mengakhiri penampilannya.

Beberapa pemirsa We The Fest berteriak-teriak menyebut nama Jokowi serta minta supaya bisa dikasihkan peluang berselfie bersamanya. Beberapa salah satunya bahkan juga minta anggota Paspampres supaya mereka diizinkan berfoto bersama dengan presiden.

Dalam peluang itu, Jokowi ikut mengemukakan komentarnya berkaitan kekuatan industri ekonomi kreatif di Indonesia. Indonesia, katanya, mempunyai kekuatan sebab mempunyai sangat banyak suku dengan kebiasaan serta kebiasaan yang berlainan. Contohnya, baju, kuliner, serta musik.

Baca Juga : Sejarah Ukulele dan Sejarah Alat Musik Ukulele

Jika digunakan serta diangkat, itu dapat membuahkan kekayaan sendiri. Karenanya, menurut Jokowi, yang mesti dibuat ialah ekosistem dunia industri kreatif di Indonesia. “Jika ekosistem tercipta, sama-sama berkaitan itu, hingga membutuhkan proses,” katanya,

Pelaku Diduga Mutilasi Jamal Khashoggi Sambil Mendengarkan Musik

Satu dari 15 orang yang disangka pembunuh jurnalis Jamal Khashoggi mainkan musik waktu memutilasi Khashoggi di konsulat Arab Saudi di Istanbul, Turki. Pendapat mutilasi berdasar pada rekaman audio yang launching oleh pihak berkuasa Turki pada mass media. Rekaman itu tunjukkan Khashoggi dibunuh oleh 15 orang sesudah ia masuk ke gedung konsulat Saudi di Turki pada 2 Oktober.

Baca Juga : Jenis Jenis Ukulele dan Jenis Ukulele Berdasarkan Ukuran

Menurut sumber yang terkait dengan masalah ini, Khashoggi tidak diinterogasi, demikian sebaliknya ia dipukuli, dibius serta dibunuh di ruangan kantor Konsul Jenderal Saudi, Mohammad al-Otaibi. Nada yang didengar pada rekaman memerintah konjen untuk keluar dari ruang, kata sumber itu.

Lalu nada seseorang pria yang diidentifikasi oleh petinggi Turki menjadi Salah al-Tubaigy, dokter forensik serta pakar otopsi terdengar merekomendasikan anggota pembunuh yang lain untuk dengarkan musik kenakan earphone, sesaat dia memutilasi badan Jamal Kashoggi.

Baca Juga : Jenis Ukuran Ukulele dengan Jenis Jenis Gitar

Akan tetapi tidak jelas apa anggota lainnya itu ikuti nasihatnya untuk turut dengarkan musik.Sesaat Donald Trump pastikan Mohammed bin Salman akan menyelidik pendapat pembunuhan Jamal Khashoggi di konsulat Arab Saudi di Turki.

Dikutip dari Reuters, Donald Trump sudah bicara lewat telephone dengan Mohammed bin Salman serta menyatakan kerajaan Arab Saudi akan menyelidik dengan selekasnya serta menyeluruh atas masalah Jamal Khashoggi.

Baca Juga : Harga Gitar Akustik dan Harga Gitar Elektrik

Donald Trump minta supaya pihak yang mendesak Arab Saudi supaya mencari tahu dahulu apakah yang berlangsung sebetulnya sebelum mempersalahkan Mohammed bin Salman atau kerajaan Saudi atas masalah Jamal Khashoggi.

Vario Series Jadi Andalan Penjualan Honda di Jakarta dan Tangerang

Fragmen matik masih tetap jadi tulang punggung penjualan Astra Honda Motor di DKI Jakarta serta Tangerang. Terutamanya Vario Series, masih tetap jadi andalan penjualan main diler Wahana. “Matik jadi pilihan penduduk Jakarta serta Tangerang untuk mobilitas yang tinggi. Sederhana, berkualitas, serta di dukung service after sales terunggul jadi fakta pilihan customer Honda,” tutur Head of Marketing Wahana, Ario, di Jakarta (20/10/2018).

Menurut data, selama 2018, main diler sepeda motor Honda Jakarta-Tangerang, PT. Wahana Makmur Sejati (WMS) mencatat type skutik Honda premium adalah produk primadona yang diambil customer.

Baca Juga : Teknik Bermain Drum dan Cara Mudah Bermain Drum

“Semua type Skutik premium Honda bisa di terima baik oleh customer Jakarta Tangerang seperti All New Honda PCX (all series) serta All New Honda Vario (all series),” jelas Ario. Terdaftar, selama 2018, produk AT premium Honda PCX (type CBS serta ABS) membukukan penjualan sampai 19.600 unit.

Sesaat All New Honda Vario (all series) dapat terjual sampai 149.700 unit.Untuk memperkuat image All New PCX serta All New Vario, Wahana ikut mengadakan Honda Premium Matic Day di 3 tempat sekitar Jakarta serta Tangerang. Ke-3 tempat itu yaitu Atrium Senen Jakarta Pusat (26-30/09), Mall Tangerang City (3-7/10) serta Mall Tamini Square (17-21/10).

Baca Juga : Bermain Drum Untuk Pemula dan Cara Belajar Drum

“Penduduk dikasih peluang untuk lihat serta menjajal produk Skutik Premium Honda. Diluar itu pada arena ‘unjuk diri’ type skutik premium Honda ini pula di isi bermacam acara yang menarik untuk dibarengi pengunjung, ditambah lagi dengan kedatangan All New Honda PCX Hybrid menjadi skutik premium honda berteknologi paling baru di kelasnya,” pungkas Ario.

Pekerjaan ini di isi dari mulai penjualan unit, booth Honda Genuine Part (HGP), Honda Genuine Asesoris (HGA), Honda Apparel, sampai ruang riding test yang komplet dengan edukasi safety riding oleh pelatih Safety Riding Promotion (SRP) Wahana.

Baca Juga : Belajar Drum Double Pedal dengan Teknik Drum Double Pedal

Tidak kalah terpenting, ada pula modification class, yang dipandu oleh modifikator peserta Honda Modif Contest (HMC). Menyemarakkan situasi, disediakan bermacam games dengan hadiah menarik serta hiburan live music.